Kamis, 07 Januari 2016

Ketahui Manfaat Konsumsi Bahan Bakar Berjenis RON 88, RON 90, dan RON 92

Oleh Wodeol
Semenjak Pertamina meluncurkan pertalite , bahan bakar yang memiliki RON 90, publik merespons positif. Hal ini terlihat pemasaran pertalite yang semakin menyebar ke sejumlah daerah di Jawa, Sumatera, Sulawesi dan Kalimantan. Pada tahap awal peluncurannya, pertalite hanya bisa dirasakan publik yang berdomisili di Jakarta, Bandung dan Surabaya. Bahan bakar RON 90 ini diposisikan di antara premium, pertamax, dan pertamax plus dari segi kadar oktan dan harga.
Respons positif publik yang sudah merasakan manfaat pertalite, membuat Pertamina menargetkan ada 1.900 SPBU se-Indonesia yang menjual bahan bakar jenis pertalite sampai akhir tahun 2015. Menurut Vice President for Corporate Communication PT. Pertamina (Persero), Wianda Pusponegoro seperti yang dikutip dari laman kompas.com, hingga kini sudah ada 1.600 SPBU se-Indonesia yang menjual pertalite.
“Konsumsi pertalite terus mengalami peningkatan.  Masyarakat bisa memilih bahan bakar mana yang cocok dengan kendaraan pribadinya”, jelas Wianda.
Dan respons positif publik terhadap kehadiran bahan bakar Ron 90 yang dipasarkan dengan harga Rp 8.400/liter ini ditandai dengan jumlah penjualannya yang sudah menembus 2 juta kiloliter. Dari kadar oktan dan harga, pertalite diposisikan di antara premium, pertamax, dan pertamax plus.Wianda memperkirakan masing-masing SPBU mampu menjual 2.500-3.000 liter atau setara dengan 11 persen untuk menjadi konsumsi BBM nasional. Permintaan pasar yang kian melambung inilah akhirnya memicu Pertamina untuk menambah lokasi pemasaran pertalite di sejumlah SPBU.
Kehadiran pertalite memang membuat animo masyarakat beralih bahan bakar. Bahkan Wianda menuturkan, jika dilihat dari sisi nasional seluruh SPBU, semenjak ada pertalite penjualan premium menurun dari 78 persen menjadi 68 persen. Hal ini tentu berdampak baik juga untuk perekonomian negara. Memang Pertamina bertujuan meluncurkan pertalite guna menekan konsumsi premium.  Margin pertalite lebih tinggi dibanding premium lantaran ini adalah bahan bakar non subsidi, harganya mengikuti fluktuasi rupiah.
“Pertalite merupakan BBM non-subsidi yang diproduksi oleh Pertamina sebagai alternatif pilihan kepada konsumen khususnya konsumen BBM Jenis Premium dengan level Research Octane Number (RON) 90 dan di atas kualitas BBM jenis premium, yang lebih berkualitas, hemat BBM, ramah lingkungan dan dengan harga yang terjangkau,” jelas Faris Aziz, General Manager PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region VI Kalimantan.
Apabila publik menginginkan kualitas bahan bakar yang lebih baik dari RON 88 (Premium)namun harga jualnya lebih terjangkau ketimbang RON 92 (pertamax), maka pertalite adalah jawabannya. Ada beragam kelebihan bahan bakar RON 90 ini dibanding RON 88. Untuk lebih jelasnya mengenai perbandingan ketiga bahan bakar yang beredar di Indonesia, simak penjelasan berikut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar